New User ? Sign Up  |  Sign In  |  Help
TanyaJawab
ask
Ask whatever question, you wish. Make sure you select the correct category for the question.
answer
Like to help other, then browse through the open questions to answer their questions.
discover
Find answer by browsing the resolved questions.
     
Search for questions :
My Profile

agnezbren

Open Question Bookmark and Share

Apakah perceraian adalah jalan keluarnya?


Saya dan suami sudah menikah 3tahun.Kisah cinta kami kayak di dongeng2 kata orang.Suami orang amerika&saya dari indonesia.Awal2 perkawinan kami,saya bermasalah dengan kesukaran menerima kenyataan suami sudah pernah menikah dulunya,dan si ex masih berhubungan dengan keluarga suami.Sekarang saat saya sudah bisa menerima masa lalu suami,tiba2 suami ingin berpisah sementara dengan dia mengajar bahasa inggris di filipina,dan saya tinggal di usa.Yang menjadi masalah,suami akan berangkat ke filipina minggu depan untuk tinggal selama 6 bulan,tapi malah bukannya menghabiskan waktu dengan saya selama seminggu ini,dia menghabiskan waktunya didpn komputer dengan teman2nya di filipina.Lalu ketika saya menkonfrontasikan masalah itu,dia mulai membuka masalah2 yang ada pada kita yang tidak pernah kita bicarakan,salah satunya,katanya saya "dingin"di tempat tidur,dan susah membuat saya orgasme,dan itu membuat dia berpikir bahwa saya tidah tertarik atau suka sama dia,karena waktu kita married,saya masih perawan dan dia sudah pernah berhubungan sama banyak wanita.Dia merasa bahwa dia sudah "rusak" dan tak pantas untuk saya.Dan juag bahwa saya berhak mendapatkan yang lebih baik.Saya sangat kecewa,karena saya sangat sayang can cinta sama dia,tap dia tetap meyakinkan saya bahwa saya sbnrnya tidak cinta sama dia&cuma takut cerai karena tidak mau mempemalukan keluarga.Saya tidak tahu harus bagaimana,karena saya tidak mau bercerai sama dia,tapi saya juga tidak mau berurusan dengan dia klo dia selalu membuat saya makan hati,dengan cara kurang memperhatikan saya dan lebih perhatian sama teman2nya di filipina.Dia pernah bilang klo teman2nya di filipina lebih butuh dia daripada saya,karena saya independent woman dan dia merasa tidak dibutuhkan. Tolong bantu saya bagaimana caranya memecahkan masalah ini. Trims.

294 day(s) ago

    Comment(s) (0)
    Report Abuse
   Find Intereseting  
   E-Mail to Friends  
   Bookmark  
   Subscribe to Answer Alert  
No comments yet !!!     Be the first to comment
Answers (10)

Ijal
Sebenarnya persoalan itu tidak sulit-sulit amat, kalau segala sesuatunya dibangun dengan komunikasi yang baik dan benar dan pengertian yang tinggi atar satu dengan yang lainnya. Bukankah perkawinan menyatukan berbagai macam perbedaan yang dimanajemen menjadi sebuah kebersamaan dalam satu tujuan bersama. Perceraian adalah hal yang paling terburuk dalam hubungan perkawinan dan sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa kecuali penderitaan yang panjang dari kedua belah pihak. Dan saya kira hal yang paling dibenci Tuhan adalah perceraian. Gunakan hati yang bersih dan pikiran yang jernih untuk menemukan jalan keluar yang terbaik. Tidak ada satupun didunia ini yang sempurna.

Posted 293 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


desilim
mungkin ini salah satu kendala kalo beda kebangsaan kali yah, mungkin karakter orang bule lebih easy going dlm problema perkawinan, jadi kalo kamu emang masih mao terus jalanin pernikahan, coba nanya baik2 ama dia, terus jelasin apa yg kamu mau n apa yg membuat dia ga pantas buat kamu pdhl kamu ga berpikir spt itu, trus kamu harus tanya "apa yg harus kamu lakuin spy kalian tidak berpisah", nah dr situ kamu brubah, misalnya kamu lebih agresif di ranjang ato jadi lebih romantis, ato mulai ingin mengenal teman2nya sambil mensupport yg bakalan dia lakuin di filipina nanti.

tanyakan jg apa sebenarnya jauh di lubuk hati dia, dia masih cinta dgn kamu?, karena kl menurut saya, seorang pria yg benar2 mencintai pasangannya ga akan mudah menyerah soal cinta, pasti kalopun emang dia ngrasa kamu "dingin" di ranjang, dia pasti ga akan gitu aja ngambil keputusan utk pisah dgn kamu, pria itu spt misteri, kalo dia ngomong kaya gitu, ada alasan lain yg dia ga mau kamu tau, jd alias sebenernya dia emang dah ga cinta ama kamu tapi ga mau kamu mikir kalo dia udah ga cinta lagi atau bisa juga dia emang benar masih cinta tp ga mau memaksakan diri spy kamu mencocokkan dgn dia..., apalagi dgn background dia yg pernah bercerai, dia jg pastinya ga takut lg utk ngambil keputusan itu utk yg ke 2 kalinya tanpa harus berpikir panjang n berjuang dulu, jadi kamu yg harus cari tau alasan dia minta pisah itu apa krn murni kemauan dia krn dia dah ga cinta ato hanya solusi pintas yg sedang melintas di pikirannya.

jd ini yg sebenernya perlu bener2 kamu tanya ke dia "apa masih ada cinta buat kamu", kalo emang masih ada kenapa dia mau pisah n ga pduliin apa perasaan kamu. nah kalo ternyata emang yg kamu temukan kalo dia udah ga cinta ama kamu, yah buat apa pernikahan itu diterusin kan?, mungkin jalan terbaik yah emang perceraian daripada buntutnya ntar kamu dikhianatin

tapi kalo emang sebenernya dia masih cinta n masalahnya hanya masalah miscommunication aja, yah itu kan pasti ada solusinya, bisa dibicarain baik2 tanpa harus bercerai

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


desilim
Mohon dibaca, diresapi, direnungkan perkataan saya ini (Anda dan suami anda)
Menikah berdasar cinta itu artinya:
1. Dua pribadi jadi satu.
2. Cinta yang pada akhirnya disatukan dalam suatu komitmen.
3. Mencintai dan menerima satu sama lain apa adanya.
4. Tidak saling menyalahkan, tapi saling berbagi dalam hal apapun.
5. Rela berkorban, bukannya meminta korban.

Satu dari lima pokok di atas, tidak anda dan suami anda laksanakan, maka anda sudah berdosa pada diri sendiri, Tuhan, keluarga, dan mungkin keturunan anda.

Solusinya, anda berdua bisa melihat dari 5 pokok di atas. Menurut saya, kalian berdua sudah/nyaris melanggar 3 dari 5 pokok di atas, yaitu nomor 3-5.
Coba renungkan! Jangan terburu2 mengambil keputusan bercerai. Selamat berjuang, GBU.

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


dimasloyo
Well, perceraian bukan jalan satu-satunya... mungkin kalian memang butuh jauh sebentar...
Dan pernahkah kamu bertanya ke suami kamu "Apakah dia masih mencintai kamu?"
Dan pernahkan kamu mengatakan padanya bahwa kamu sudah bisa menerima dia apa adanya dan kamu mencintai dia sekarang??!

Kuncinya kejujuran dan komunikasi...setelah membaca tulisan kamu, saya mempunyai pandangan bahwa suami kamu sudah berkata jujur dengan perasaannya dan tertekan karena dia melihat sikap tubuh kamu yang kurang menyambut (hot bagi dia) saat berhubungan intim. Sehingga dia merasa kamu bersikap dingin dan merasa ada yang salah dengan hubungan kalian.

Cobalah bicarakan masalah kalian sekali lagi, dan kamu harus bisa berkata lembut, meskipun dia mengatakan dalam keadaan marah atau nada tinggi...

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


jikasaja
bukan bu
tetap saja ikhtisar cari jalan keluar
sepanjang kita masih diberikan akal
pikirkan sekali lagi#

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


kelantan
keputusan itu ditanggan kalian tapi yg harus kalian sadari perceraian adalah sebuah perbuatan yg dimurkai allah camkan itu

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


dimasloyo
Dalam agama islam kata cerai bagi suami atau isteri tidak dilarang sekiranya cerai adalah jalan terakhir dan paling terakhir dalam penyelesaian rumah tangga, dan karenanya kita wajib berikhtiar memperbaiki hubungan itu agar baik bagi anda dan baik bagi suami dan tidak menyalahi hukum pernikahan yang sakral, dan yang terakhir cobalah anda bertawakal pada yang Maha kuasa sebelum anda terlambat

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


desilim
mungkin anda saat ini sedang dalam pikiran yang kalut dan bingung
memang masalah rumah tangga dapat menyita waktu anda untuk memikirkannya.
saran saya nikmati saja dulu masalah ini sambil memikirkan hari-hari anda tanpa suami.
dan tentu saja, menimbang nimbang permasalahan suami dengan kepala dingin dan pikiran positif. dan kedepannya anda akan mendapatkan jawaban jika kesabaran anda pelihara.

saya pun pernah mengalami hal ini, bahkan diam-diam saya melaporkan pada pihak mediasi perkawinan.
ketika saya berpikir terlalu negatif ternyata prilaku suami saya selama ini hanya ingin menyelamatkan diri saya, meskipun menurut saya itu salah.
tapi Tuhan menunjukan KUASA nya, saya diberi jawaban atas buah kesabaran saya.

baik atau buruk saya percaya pada Tuhan bahwa tidak selamanya kita berduka. pasti kebahagiaan akan datang.

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


power99
mav nih klo nyinggung,tpi knp kamu suka org yang udah kotor bngt kyk dy? di amrik gaya hidup itu udah dianggap wajar,kamu maw seandainya di kehidupanmu kelak dy selingkuh? stelah kamu setia kpdny?

ibarat air susu dibalas air tuba...

tapi yang namany cinta maw gmn lagi....ini harus kamu sndiri yang nentuin, klo km masih prawan mnurutq kamu blum trlambat..

tapi klo km tanya soal opini... kamu layak mencintai orang yang mencintai dirimu,dan kamu layak mendapatkan cinta sejatimu selama kamu nggak melanggar batas besar yang kuasa

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!


jikasaja
Hi,

wow ! tidak menyangka saya ada orang AS yg berpikiran persis manusia Asia yg selalu keliling2 kandang ayam untuk mengatakan yg sebenarnya pada istrinya.

boleh yach saya berbagi bahwa perceraian dalam hal ini bukan cara yg sebenarnya, karena kalian belum saling mencoba utk mengenal diri masing2.

>> pada umumnya kalau kita menikah dengan patner yg latar belakang kultur dan kebiasaan hidupnya lain dengan kita orang Indonesia maka tahun pertama sampai tahun ke 4 memang mengalami masa '' turbulensi adaptasi ''
baik itu adaptasi kultur ataupun adaptasi dengan cara berpikir.

orang barat atau eropah memang terkenal memiliki cara berpikir yg sangat individuil
terlihat mereka sangat keras, tetapi tidak sebenarnya

tentang situasi anda dengan suami seperti ini menurut analisa saya berdasarkan curhat anda adalah '' tidak adanya rasa percaya terhadap diri sendiri ''
baik itu pada suami anda atau anda sendiri. maaf yaa kalau saya langsung to the point demikian.

alasan saya mengatakan demikian karena

- anda sebenarnya masih belum seluruhnya melepaskan asumsi utk menerima bahwa suami pernah menikah.

meskipun anda mengatakan sekarang setelah tahun berlalu anda bisa menerimanya, tetapi toch anda belum bisa menerima in fact dia masih kontak dengan ex - nya.

yg harus anda ketahui adalah orang2 barat atau eropah meskipun mereka sudah bercerai, dalam kenyataannya mereka masih sering kontak seperti biasa seperti teman2 biasa saja.
pada mereka tidak ada rasa benci karena perceraian, apalagi kalau ada anak.
maka sudah normal mantan masih mengadakan kontak meskipun hanya saling ber'' hello ''

itulah kebudayaan mereka. lain dengan kita di Indonesia kalau sdh bercerai maka muka cemberut seperti bak pao gak naik dan kalau bisa jangan bertemu lagi.

inilah perbedaan cara berpikir Indonesia yg mufakat gotong royong dengan barat /eropah yg individuil.

- kalau dia akan bertugas 6 bulan ke Philipina, maka seharusnya anda support dia.
kalian kan akan selalu kontak baik lewat massenger, lewat e-mail, lewat HP dsb. atau mungkin suami sebulan sekali akan pulang sebentar

saya kira juga kembali kepada anda yg masih memiliki alam pikiran dan perasaan ke - Indonesiaan, bahwa kalau suami mau tugas jauh dan lama lebih baik suami menghabiskan waktunya dengan kita.
nah ! cara seperti ini please anda harus rubah. kalau tidak anda akan sakit oleh pemikiran anda sendiri.

bagi orang barat tugas adalah tugas dan mereka tidak akan mencampur adukkan masalah ini dengan urusan pribadi dan rumah tangga.

jadi anda harus sedikit merubah '' kebiasaan anda mengendalikan emosi dan cara pikir ''.

- dan kalau dia mengatakan anda '' dingin di atas ranjang '' mungkin ada benarnya.
kita wanita Indonesia sarat dengan adat ketimuran juga termasuk soal seks dengan suami.
kita tidak akan memulai tanpa ada yg mendahului.
kita memang pasif diatas tempat tidur. apalagi bagi yg masih perawan.
nah ! bagi orang barat hal ini sangat menyiksa, kultur kehidupan kebebasan seks bagi barat adalah siapa yg aktif itulah yg mereka cari

nah tentang masalah sampai suami anda berbalik pikiran bahwa dia merasa bersalah karena dia beranggapan dirinya sudah rusak dan anda sebenarnya tidak cinta pada dia dan bla...bla....
loh sebenarnya dia tidak konsekwen dengan tindakannya menikahi anda.

oleh karena suami anda sudah pasti pergi meninggalkan anda selama 6 bulan maka anda tidak bisa lain harus menerima situasi ini.

advis saya utk anda coba anda sedikit demi sedikit merubah cara pikir anda yg orang Indonesia
dalam arti anda harus lebih terbuka. dan jangan biarkan suami anda menerka2 diri anda sendiri.
orang barat / eropah lebih menghargai kalau kita terbuka dan tidak berbohong.

karena anda tinggal dinegara dengan kultur yg berbeda dengan Indonesia, maka mau tak mau anda harus merubah diri dalam cara pikir seperti orang Amerika.
tanpa ini anda hanya akan frustasi dan tersudut

ini hanya solusi kecil dan sederhana saya utk anda.

saya sendiri tinggal di eropah, dan saya harus merubah cara pikir Indonesia saya dan mengikuti cara pikir orang eropah. dengan demikian saya memperkecil benturan2
disamping itu saya sadar, saya harus adaptasi dengan lingkungan dimana saya hidup sehari2.
kalau saya kembali ke Indonesia, maka otomatis cara pikir saya kembali ke-asalnya.

coba saja

be strong

thnx

Posted 294 days ago

( 0 )
( 0 )
    Comment(s) (0)
   Report Abuse
No comments yet !!! Be the first to comment on this answer !!!

Edit your answer. Click save, when done.
Question Title Apakah perceraian adalah jalan keluarnya?
Your Answer
Character Count ( Max. - 5000 ) : 1840
Email this question link to friends
You must enter email-address, if name is entered and vice-versa for each friend.
Friend #1 -
Friend #2 -
Friend #3 -
Friend #4 -
Friend #5 -
  Your comment on this question
Max Allowed : 5000 Characters Current Count : 0
  Your comment on this answer
Max Allowed : 5000 Characters Current Count : 0


pasang.com banner