mariako
|
Pertanyaan
Apakah bisa seorang cowok memiliki sahabat cowok juga?
Katakanlah si Randi mempunyai teman namanya Bayu, nah si Bayu ini waktu pertama kali ketemu dengan Randi dia sangat aktif ingin sekali kenal sama si Randi, mereka berdua ketemu di suatu organisasi. Si Bayu ini baik banget si Randi, Bayu anaknya hiperaktif, suka becanda, orangnya humoris, dan pintar bicara dan pintar di akademik,baik dan si Randi anaknya pendiam tidak begitu pendiam, anakx jujur apa adanya, mempunyai sifat sosial yang tinggi, baik, bergaul sama siapa saja, cerdas, pintar juga di akademik tapi tidak pintar bicara. Kemana-mana mereka berdua jalan bareng hampir setiap hari Randi dan Bayu jalan.
Kebersamaan mereka sepertinya tak bisa dipisahkan. Si Bayu selalu menghibur si Randi saat dia kecewa Randi selalu berikan senyuman dan canda khasnya, saat si Randi mau pergi Bayu selalu menawarkan ingin mengantarnya, sampai waktu terus berjalan sekitar 6 bulan akan tetapi ada rasa yang mengganjal di hatinya Bayu dia mulai jaga jarak dengan si Randi. Saat Randi mau minta tolong antar ke sebuah toko si Bayu mencari alasan untuk tidak pergi sama si Randi. Dan hari-hari berikutnya sama seperti itu. Kebersamaan mereka mulai berkurang, hari-hari yang di lalui Randi hanya ada keceriaan, canda, tawa, senyumnya khas Bayu kini tak ada lagi. Padahal si Randi perlu seorang sahabat untuk mengisi hari-harinya yang sepi. Si Randi latar belakang dari keluarga mampu dan si Bayu berlatar belakang dari keluarga yang cukup. Tapi si Randi tetap ingin bersahabat dengan Bayu. Duluh si Randi memiliki seorang sahabat juga tapi dia tak mengganggapnya sebagai sahabat (tidak begitu peduli) dan akhirnya sahabatnya pergi padahal sahabat sangat peduli dan memperhatikan Randi. Kini yang di rasakan Randi juga demikian begitu, Randi berfikir susahnya mencari seorang sahabat biar cuma satu, sampai dia rela berbuat sebaik mungkin, perhatian, dan peduli sama si Bayu agar sahabat tak meninggalkan dia seperti sahabatnya yang duluh.
Si Randi setiap waktu menasehati Bayu, peduli, dan perhatikan si Bayu dengan lewat pesan sms. Begitu seterusnya. Bayu mengganggap Randi bukan cowok yang normal. Randi bukanlah seperti orang yang dipikirkan Bayu, dia pernah suka sama seorang cewek waktu kelas 2 SMA dan selalu berusaha untuk mendapatkan cewek itu. Dan di saat kuliah dia naksir seorang cewek ketemu di sebuah training agama. Dan saat kuliahnya padat Randi memutuskan untuk tidak pacaran duluh dia ingin fokus pada kuliah, bantu pekerjaan orang tua, dan organisasi-organisasi yang ikutinya. Banyak cerita dan kenangan bersama Bayu sahabatnya. Kini masa-masa itu tak bisa lagi di rasakan Randi bersama sahabatnya. Saat mereka ketemu mereka canggung sepatah dua kata hanya keluar dari mulut mereka. Si Randi sudah menjelaskannya semua pada si Bayu, dan meminta maaf perhatiannya yang berlebihan itu. Entah mengapa si Bayu tetap ada perasaan yang mengganjal di hatinya dan masih menjaga jarak dengan Randi. Si Randi di lingkungan rumahnya dia hanya sedikit memiliki teman dan tak ada sahabatnya lagi kecuali si Bayu, si Randi anak rumahan dia jarang sekali keluar rumah karena tak ada mengajaknya jalan-jalan. Dan saat Bayu mengajak hampir setiap hari si Randi senang sekali, ada yang bisa di ajaknya ngobrol, ketawa, sharing, becanda dan kesenangan lainnya, dan bisa memotivasi sahabatnya juga saat sahabatnya perlu support.
Dan hampir 1 bulan ini kebersamaan mereka sudah jarang sekali, si Randi rindu sekali kebersamaan itu, apapun yang di butuhkan si Bayu dia berusaha untuk membantunya. Dan mencoba mencairkan suasana yang kaku. Randi dan Bayu seperti orang yang baru kenal saat mereka ketemu cuma 1 atau 2 kata yang keluar dari mulut mereka, kadang mereka tidak saling bicara, dan si Bayu berusaha bicara dengan si Randi si Randi cuek....begitu juga sebaliknya.
Si Randi masih tetap berfikiran mengapa Bayu sampai berfikiran begitu terhadap dirinya, Randi ingin banget masa-masa duluh kembali lagi, keakraban, kebersamaan, keceriaan, tawa, saling sharing, saling motivasi, saling berbagi, ketawa-ketawa, dan lainnya seperti duluh. Randi pengen banget sahabatnya bisa kembali lagi, dia tidak mau suasana yang kaku dan saling diam. Randi mencoba mencairkan suasana yang kaku itu, dia mencoba untuk memberikan yang terbaik buat sahabat, dia mencoba membantu sahabatnya saat dia lagi kesusahan, sampai dia mengurangi mengirim sms kata-kata nasehat dan peduli sama sahabatnya, dan saat Bayu sakit Randi tetap mau perhatikan dan peduli sama Bayu.
Hanya satu yang dia (Randi) harapkan yaitu mempunyai seorang sahabat di dunia ini, dan berharap Bayu kan mengerti
Posted 269 days ago
 Laporkan
|